Suatu hari, seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi, dan ketika ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerja yang ada di bawahnya, pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarkan karena suara bising mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu, untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya, dan memang benar temannya berhenti bekerja tapi hanya untuk mengambil uang itu saja lalu ia bekerja kembali.
Pekerja itu mencoba kembali, tetapi usaha keduanya pun memperoleh hasil dan respon yang sama. Setelah berfikir keras tiba-tiba ia mendapat ide, ia mengambil batu kecil lalu melemparkan kearah orang itu, batu itu tepat mengenai kepala temannya dan karena merasa sakit temannya melihat ke atas, sekarang pekerja itu pun dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesan.
=================================================================
Cerita sederhana ini merupakan gambaran diri kita dengan Allah yang Maha Kuasa, kadangkala Allah menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya, sering kali Allah memberikan kita dengan rahmat-Nya tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita ingat kepada-Nya. Karena itulah agar kita selalu mengingat kepada-Nya, Allah sering menjatuhkan batu kecil kepada kita berupa cobaan, dan semoga saja Allah tidak harus sampai menjatuhkan batu besar untuk membuat kita sadar dan ingat kepada-Nya.
Semoga bisa bermampa'at tuk kita semua
Senin, 30 Juni 2014
Mengapa Berteriak??
=================
Suatu hari, dalam suasana kelas yang nyaman, dengan guru yang baik dan siswa-siswa yang antusias, seorang guru bertanya kepada murid-muridnya.
Suatu hari, dalam suasana kelas yang nyaman, dengan guru yang baik dan siswa-siswa yang antusias, seorang guru bertanya kepada murid-muridnya.
”mengapa ya, ketika seseorang dalam keadaan marah, ia kan selalu berbicara dengan suara keras atau bahkan berteriak?”
Seorang murid yang dari tadi telah berpikir cukup lama, mengangkat tangan dan menjawab.
“ya.. karena saat seperti itu mereka telah kehilangan kesabarannya. Karena itulah mereka lalu berteriak”
tapi akibat jawaban itu, sang gurupun akhirnya balik bertanya, “lalu bagaimana dengan lawan bicaranya? Kenapa ia juga harus berteriak? Apakah ia tidak dapat berbicara secara halus?”
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan, yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun ternyata tidak satupun jawaban yang memuaskan. Melihat hal itu sang guru lalu berkata,
“anak-anakku, ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara kedua hati mereka menjadi amat jauh. Walaupun secara fisik mereka begitu dekat. Karena itulah, akhirnya untuk mencapai jarak yang demikian jauh mereka harus berteriak satu sama lain. Tapi anehnya, semakin kencang mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya, jarak hati yang ada diantara keduanyapun menjadi semakin jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi. Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang salig jatuh cinta? Mereka tidak pernah berteriak satu sama lain, bahkan ketika mereka bicara, suara mereka begitu halus dan kecil, bahkan terkadang pembicaraan mereka hanya menggunakan isyarat mata. Sehalus apapun pembicaraan mereka keduanya bisa mendengarkan dengan begitu jelas. Hayo, mengapa demikian?” sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.
Mereka nampak berpikir amat dalam, namun tidak satupun berani memberikan jawaban.
“anak-anakku, karena hati mereka begitu dekat. Hati mereka sama sekali tidak ada jarak. Pada akhirnya sepatah katapun tidak perlu diucapkan, sebuah tatapan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan. Untuk itu, ketika kalian sedang dilanda kemarahan, janganlah menciptakan jarak diantara kalian berdua, akan lebih baik jika tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak diantara kalian. Mungkin di saat seperti itu, dengan tidak mengucapkan kata-kata merupakan cara yang lebih bijaksana, karena waktu akan membantu kalian suatu saat nanti”
Semoga bisa bermampa'at tuk kita semua dlm meraih hidup dlm ridho nya
Salam erat silaturahmi & Ukhuwah
Minggu, 29 Juni 2014
Sejarah singkat engine empat-langkah.
• Pada awal tahun 1800-an, seorang engineer berkebangsaan Perancis telah mengembangkide-ide fundamental mengenai engine pembakaran-dalam.
• Ide-ide ini, yaitu pengkompresian atau pemampatan udara sebelum pembakaran (engine
membakar campuran bahan-bakar/udara pada tekanan atmosfir dengan secepatnya),
pembakaran bahan-bakar secara otomatis dalam udara kompresi tinggi, kebutuhan pendingidinding silinder selama pengoperasian secara terus-menerus, dan penggunaan energi yandilepaskan dalam panas-buangan, kesemuanya merupakan prinsip-prinsip yang berlaku
terhadap engine yang mutakhir.
• Pada tahun 1860, cetusan listrik engine pembakaran-dalam yang terbakar dengan cetusa
listrik komersial diproduksi untuk pertama kalinya dan meskipun engine berjalan dengan lanc
engine tersebut tidak efisien.
• Pada tahun 1862, ide-ide yang lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi engine telah
disarankan oleh Beau De Rochas; volume silinder terbesar yang memungkinkan dengan
permukaan pendingin terkecil yang memungkinkan, rasio kompresi diperbesar yang
memungkinkan, nilai ekspansi atau pemuaian terbesar akan yang memungkinkan dari, dan
tekanan yang diciptakan dengan, pembakaran bahan-bakar.
• Beau De Rochas juga bertanggungjawab atas pendefinisian engine empat-langkah
sebagaimana yang kita ketahui pada saat ini:
Pengisapan (intake), kompresi (compression), daya (power), pembuangan (exhaust).
• Perkembangan engine terus berlanjut sampai dengan tahun 1800 dan pada tahun 1881 tela
dibuat engine yang pertama kali didisain dengan prinsip dua-langkah.
• Perkembangan engine pembakaran kompresi terus berlanjut sampai dengan tahun 1890, pada tahun 1892 hak paten untuk disain engine pembakaran kompresi telah dianugerahkan
kepada Dr. Rudolf Diesel.
• Setelah mengalami beberapa kegagalan, Dr. Rudolf Diesel berhasil membuat engine
pembakaran kompresi empat-langkah pada tahun 1895 dan dinyatakan sebagai perintis
(originator) untuk diesel-engine.
• Sejak saat itu banyak orang yang berbakat dan inovatif ikut melanjutkan dan membantu
perbaikan diesel-engine yang modern.
• Kemajuan utama dalam teknologi engine telah mempengaruhi aplikasi dan pengoperasian
diesel-engine.
• Sebagai akibatnya, seorang mekanik diesel-engine harus memiliki pemahaman yang
menyeluruh mengenai prinsip-prinsip pengoperasian sebelum melaksanakan pekerjaan
diagnosa atau perbaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)