• Pada awal tahun 1800-an, seorang engineer berkebangsaan Perancis telah mengembangkide-ide fundamental mengenai engine pembakaran-dalam.
• Ide-ide ini, yaitu pengkompresian atau pemampatan udara sebelum pembakaran (engine
membakar campuran bahan-bakar/udara pada tekanan atmosfir dengan secepatnya),
pembakaran bahan-bakar secara otomatis dalam udara kompresi tinggi, kebutuhan pendingidinding silinder selama pengoperasian secara terus-menerus, dan penggunaan energi yandilepaskan dalam panas-buangan, kesemuanya merupakan prinsip-prinsip yang berlaku
terhadap engine yang mutakhir.
• Pada tahun 1860, cetusan listrik engine pembakaran-dalam yang terbakar dengan cetusa
listrik komersial diproduksi untuk pertama kalinya dan meskipun engine berjalan dengan lanc
engine tersebut tidak efisien.
• Pada tahun 1862, ide-ide yang lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi engine telah
disarankan oleh Beau De Rochas; volume silinder terbesar yang memungkinkan dengan
permukaan pendingin terkecil yang memungkinkan, rasio kompresi diperbesar yang
memungkinkan, nilai ekspansi atau pemuaian terbesar akan yang memungkinkan dari, dan
tekanan yang diciptakan dengan, pembakaran bahan-bakar.
• Beau De Rochas juga bertanggungjawab atas pendefinisian engine empat-langkah
sebagaimana yang kita ketahui pada saat ini:
Pengisapan (intake), kompresi (compression), daya (power), pembuangan (exhaust).
• Perkembangan engine terus berlanjut sampai dengan tahun 1800 dan pada tahun 1881 tela
dibuat engine yang pertama kali didisain dengan prinsip dua-langkah.
• Perkembangan engine pembakaran kompresi terus berlanjut sampai dengan tahun 1890, pada tahun 1892 hak paten untuk disain engine pembakaran kompresi telah dianugerahkan
kepada Dr. Rudolf Diesel.
• Setelah mengalami beberapa kegagalan, Dr. Rudolf Diesel berhasil membuat engine
pembakaran kompresi empat-langkah pada tahun 1895 dan dinyatakan sebagai perintis
(originator) untuk diesel-engine.
• Sejak saat itu banyak orang yang berbakat dan inovatif ikut melanjutkan dan membantu
perbaikan diesel-engine yang modern.
• Kemajuan utama dalam teknologi engine telah mempengaruhi aplikasi dan pengoperasian
diesel-engine.
• Sebagai akibatnya, seorang mekanik diesel-engine harus memiliki pemahaman yang
menyeluruh mengenai prinsip-prinsip pengoperasian sebelum melaksanakan pekerjaan
diagnosa atau perbaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar